share
share


Anatomi dan fisiologi reproduksi wanita

Alat kandungan dibagi atas 2 bagian: • Alat kandungan luar (genitalia feminin externa) • Alat kandungan dalam (genitalia feminina interna) ALAT KANDUNGAN LUAR Alat kandungan luar ..............

Otak

mau tau isi otak..?? ne loe baca ya...

Minggu, 07 April 2013

OBESITAS

Obesitas mulai menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia, bahkan WHO menyatakan bahwa obesitas sudah merupakan suatu epidemi global, sehingga obesitas sudah merupakan suatu problem kesehatan yang harus segera ditangani. Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, dengan adanya perubahan gaya hidup yang menjurus ke westernisasi dan sedentary berakibat pada perubahan pola makan / konsumsi masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, tinggi lemak dan kolesterol, terutama terhadap penawaran makanan siap saji (fast food) yang berdampak meningkatkan risiko obesitas.
Obesitas terjadi bila besar dan jumlah sel lemak bertambah pada tubuh seseorang. Bila seseorang bertambah berat badannya maka ukuran sel lemak bertambah besar dan kemudian jumlahnya bertambah banyak. Pada prinsipnya, pada obesitas ditemukan ketidakseimbangan antara masukan energi (intake) dan energi yang dikeluarkan, dimana masukan energi lebih besar daripada pengeluarannya ( Guyton & Hall, 2007 ).


Menurut WHO (2004) menyatakan bahwa obesitas telah menjadi masalah dunia. Panama tercatat sebagai negara dengan prevalensi obesitas tertinggi di dunia, yakni 37%. Setelah itu Peru (32%) dan Amerika Serikat (31%). Di daerah perkotaan Cina, prevalensi overweight adalah 12,0% pada laki-laki dan 14,4% pada perempuan, sedang di daerah pedesaan prevalensi overweight pada laki-laki dan perempuan masing-masing adalah 5,3% dan 9,8%. Di indonesia sendiri ditemukan peningkatan angka penderita obesitas yang signifikan dari tahun ke tahun, prevalensi nasional obesitas pada penduduk dewasa berusia ≥ 15 tahun di 10 provinsi di Indonesia tahun 2007 adalah Sulawesi Utara (33,3%), Jakarta (26,9%), Gorontalo (26,3%), Maluku Utara (24,4%), Kalimantan Timur (23,5%), Papua Barat (23,0%), Kepulauan Riau (22,8%), Papua (22,4%), Bangka Belitung (22,2%), dan Sumatera Utara (20,9%).


 

Kamis, 04 April 2013

Diabetes Mellitus dan Pemeriksaannya


     Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa dalam darah cukup tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup atau sebagaimana mestinya. Pada orang sehat kadar gula darah diatur oleh beberapa hormon terutama insulin yang dihasilkan oleh pankreas.  Insulin akan mengikat gula untuk diangkat melalui peredaran darah ke tujuannya di seluruh sel-sel tubuh yang digunakan sebagai bahan bakar. Pada pasien diabetes, gula akan tetap berada dalam darah, yang membuat sel-sel tubuh “kelaparan” dan juga merusak jaringan tubuh lain yang terpapar dengan darah berkadar gula yang tinggi.
     Menurut Data dari WHO, dinyatakan bahwa jumlah penderita Diabetes Mellitus terus meningkat setiap tahunnya. Data tahun 2001 menyebutkan jumlah penderita penyakit tersebut sebesar 17 juta orang. Indonesia sendiri menempati peringkat keempat di dunia untuk jumlah penderita Diabetes Mellitus setelah India, Cina dan Amerika Serikat.
     Penyandang DM perlu melakukan pemeriksaan kadar glukosa atau gula darah secara berkala untuk memastikan bahwa penyakitnya terkendali sehingga risiko komplikasi dapat dicegah atau setidaknya diperlambat. Hasil pemeriksaan  glukosa darah menggambarkan kadar gula darah pada saat diukur. Hasil pemeriksaan glukosa darah sangat dipengaruhi oleh makanan, aktivitas fisik/olahraga, dan obat yang baru dimakan sehingga tidak dapat menggambarkan bagaimana pengendalian kadar glukosa dalam jangka panjang. Padahal kadar gula darah yang tidak terkendali dalam jangka panjang yang menyebabkan perkembangan komplikasi kronis. Untuk mengontrol hal tersebut maka perlu dilakukan pemeriksaan HbA1c.
     HbA1c adalah zat yang terbentuk dari ikatan antara glukosa dengan hemoglobin (bagian dari sel darah merah). Jumlah HbA1c yang terbentuk dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh rata-rata kadar glukosa darah. HbA1c yang dibentuk dalam tubuh akan terakumulasi dalam sel-sel darah merah dan akan terurai perlahan-lahan bersama dengan berakhirnya masa hidup sel darah merah (rata-rata umur sel darah merah adalah 120 hari).

Pemeriksaan Glukosa Darah    
     Tidak memerlukan persiapan secara khusus. Tujuannya untuk deteksi awal pasien yang diduga menderita DM sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pastikan tersedia alat yang ringkas untuk mendeteksi yang biasa disebut GD stick, uraian alat sebagai berikut kapas, alkohol, GD stick. Tinggal diambil sedikit darah dari ujung jari menggunakan jarum yang telah tersedia, stick dipasangkan pada alat, darah dimasukkan ke dalam stick melewati lubang kecil di pinggir stick, dan hasilnya keluar. Nilai normal gula darah puasa = < 125 mg/dl





Pemeriksaan gula darah puasa (GDP)
Persiapannya adalah dengan puasa semalaman sekitar 10-12 jam. Pagi sebelum makan pagi Anda berangkat ke laboratorium klinik untuk diambil darahnya guna diperiksa kadar gula darah puasa. Nilai normal = 70 -110 mg/dl
Pemeriksaan gula darah 2 jam post prandial
Pemeriksaan ini dilakukan setelah pemeriksaan gula darah puasa. Anda diminta menghabiskan 75 gram glukosa yang dilarutkan ke 200 mL air dalam 5 menit. Selanjutnya Anda istirahat tanpa melakukan aktivitas berlebihan selama 2 jam kemudian diperiksa. Nilai normalnya adalah <140 mg/dl


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites