share
share

Selasa, 06 Maret 2012

Pemeriksaan Fisik Thorax (Paru dan Jantung)

Pemeriksaan Thorax hendaknya dilakukan se-efisien mungkin. tidak baik membuat pasien duduk kemudian berbaring secara terus menerus. lebih baik, selesaikan pemeriksaan yang mengharuskan pasien dalam keadaan duduk, setelah itu lakukan pemeriksaan pasien dalam keadaan berbaring.
Pemeriksaan Thorax
  1. memperkenalkan diri pada pasien dan jelaskan tindakan yang akan dilakukan *minta persetujuan pasien
  2. minta pasien melepas baju, perhiasan, dan alat lain yang terbuat dari logam (misalnya, ikat pinggang)

Pemeriksaan Thorax saat pasien duduk

Inspeksi
  • melihat bentuk dada anterior dan posterior
  • melihat ada tidaknya deviasi
  • melihat ada tidaknya bendungan vena pada dinding dada

Palpasi


NOTE : Mulai dari palpasi hingga auskultasi, Posisi kedua skapula harus dalam keadaan terbuka untuk memperluas lapang pemeriksaan. *minta pasien untuk meletakkan kedua tangannya pada bahu

  • membandingkan gerakan dada posterior kanan - kiri
  • merasakan fremitus taktil suara dengan cara meminta pasien mengucapkan "tujuh - tujuh"
posisi kedua tangan pada pemeriksaan dada posterior :
Perkusi

Tujuan dari perkusi adalah berusaha menangkap getaran suara yang dihasilkan dari phalange (tulang jari). ada beberapa jenis suara yang mungkin dihasilkan dari perkusi

NOTE : Jurnal Kedokteran di Indonesia menggunakan istilah dull sebagai "pekak", karena itu pekak hati bukan di terjemahkan menjadi liver flatness melainkan liver dullness.
NOTE (secara normal : orang Indonesia batas bawah pulmo dextra posterior terletak sejajar dengan processus spinosus thoracal IX atau thoracal X, batas bawah pulmo sinistra posterior terletak sejajar dengan processus spinosus thoracal VIII atau IX) 
Posisi steshoscope sewaktu auscultasi adalah sama seperti pada palpasi fremitus suara


Auskultasi pada pernafasan normal :
Pemeriksaan yang dilakukan sewaktu pasien berbaring
ada dua jenis pemeriksaan yang dilakukan sewaktu pasien berbaring, yaitu :
  1. Pemeriksaan Paru anterior
  2. Pemeriksaan Jantung

1. Pemeriksaan Paru Anterior

Inspeksi
  • melihat keadaan sela iga sewaktu bernafas (secara normal : sela iga akan ekspansi atau meregang saat inspirasi dan kembali ke posisi semula sewaktu ekspirasi)

Palpasi
  • membandngkan gerakan dinding dada sewaktu bernafas
  • merasakan getaran fremitus suara

Posisi kedua tangan sewaktu palpasi thorax anterior


Perkusi 
membandingkan bunyi perkusi paru kanan - kiri anterior secara berurutan 
  • menentukan batas paru - hepar
perkusi dilakukan di sepanjang garis midklavikula dextra. Batas paru hepar ditentukan setelah terjadi perubahan suara dari sonor ke pekak
  • menentukan batas paru - lambung
perkusi dilakukan di sepanjang garis axilla anterior sinistra. Batas paru - lambung ditentukan setelah terjadi perubahan suara dari sonor ke timpani. (secara normal : batas paru - lambung orang Indonesia berada di Intercostae VII atau intercostae VIII)
  • menentukan batas peranjakan paru
perkusi dilakukan di batas paru - hepar. setelah pasien diminta untuk menahan nafas, batas paru- hepar yang semula berbunyi perkusi "pekak" akan berganti menjadi "sonor". Perkusi dilanjutkan sampai ditemukan batas paru - hepar yang baru, kemudian tentukan seberapa besar batas peranjakan paru. (secara normal : batas peranjakan paru adalah 2 cm atau sebesar 2 jari orang dewasa)


Auskultasi 
membandingkan bunyi nafas dasar paru anterior dan bronkial pada pasien 

2. Pemeriksaan Jantung

Inspeksi
  • Melihat ada tidaknya bendungan vena pada dinding dada
  • Melihat pulsasi iktus cordis

Palpasi
  • mencari pulsasi iktus cordis (secara normal : iktus cordis terletak di garis midklavikula sinistra Intercostae V)
  • denyut jantung dapat dihitung pada iktus cordis (walaupun cara ini tidak lazim dilakukan)

Perkusi
  • menentukan batas kanan jantung
Batas kanan jantung ditentukan setelah batas paru hepar ditemukan

  • menentukan batas kiri jantung
Batas kiri jantung ditentukan setelah batas paru - lambung ditemukan


Auskultasi
mendengarkan bunyi jantung I (saat katup mitral dan trikuspidal menutup) dan bunyi jantung 2 (saat katup aorta dan pulmonal menutup) pada masing - masing katup jantung. 

NOTE : 
katup mitral terletak di garis midklavikula sinistra intercostae V 
katup trikuspidal terletak di garis parasternal sinistra intercostae IV 
katup aorta terletak di garis sternalis dextra intercostae II 
katup pulmonal terletak di garis sternalis sinistra intercostae II 




Sumber : Barbara Bates (Physical Examination and Taking Medical History)

5 komentar:

terima kasih,materinya sangat membantu utk pemahaman saya sebelum melakukan praktek skill lab...makin sukses ya dgn bahan bacaan yg bagus ttg kedokteran :)

pada inspeksi untuk melihat ada tidknya bendungan vena apa yang tampak?apakah benjolan?
Atau masih butuh pemeriksaan tunjangan lain?

yah,,pada insfeksi kita bisa melihat benjolan,,

benjolan vena begitu?
tampak benjolan pada dada?

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites