share
share


Senin, 15 Agustus 2011

Hamil


3.1 Anatomi Tulang Panggul dan Organ Reproduksi
3.1.1 Anatomi Tulang Panggul
Tulang – tulang panggul terdiri dari os koksa, os sakrum, dan os koksigis. Os koksa dapat dibagi menjadi os ilium, os iskium, dan os pubis. Tulang – tulang ini satu dengan lainnya berhubungan. Di depan terdapat hubungan antara kedua os pubis kanan dan kiri, disebut simfisis. Dibelakang terdapat artikulasio sakro- iliaka yang menghubungkan os sakrum dengan os ilium.Dibawah terdapat artikulasio sakrokoksigea yang menghubungkan os sakrum dan os koksigis. Pada wanita, di luar kehamilan artikulasio ini hanya memungkinkan pergeseran sedikit, tetapi pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebih jauh dan lebih longgar,misalnya ujung koksigis dapat bergerak kebelakang sampai sejauh lebih kurang 2,5 cm.Hal ini dapat dilakukan bila ujung os koksigis menonjol ke depan pada saat partus, dan pada pengeluaran kepala janin dengan cunam ujung os koksigis itu dapat ditekan ke belakang. Secara fungsional, panggul terdiri dari dua bagian yaitu pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea terminalis, disebut juga dengan false pelvis. Bagian yang terletak dibawah linea terminalis disebut pelvis minor atau true pelvis. Pada ruang yang dibentuk oleh pelvis mayor terdapat organ –organ abdominal selain itu pelvis mayor merupakan tempat perlekatan otot – otot dan ligamen ke dinding tubuh. Sedangkan pada ruang yang dibentuk oleh pelvis minor terdapat bagian dari kolon, rektum, kandung kemih, dan pada wanita terdapat uterus dan ovarium. Pada ruang pelvis juga kita temui diafragma pelvis yang dibentuk oleh muskulus levator ani dan muskulus koksigeus.

Perbedaan antara pelvis pria dan wanita
wanita pria
Ruangnya luas , dangkal Ruangnya sempit, dalam Inlet pelvis oval, outlet bulat Inlet lebih kecil dan outlet Tulang lebih ringan dan tipis Tulang lebih berat dan tebal Sudut pubis lebih besar

Sudut pubis lebih akut Koksigis lebih fleksibel Koksigis kurang fleksibel Tuberum iskium lebih pendek Tuberum iskium lebih panjang

3.1.2 Organ reproduksi
Organ reproduksi yang akan dibahas lebih dalam disini adalah organ reproduksi wanita. Organ reproduksi wanita terdiri dari bagian interna yang merupakan tempat terjadinya fertilisasi dan perkembangan fetus serta bagian eksterna yang merupakan tempat masuk dan keluar. Bagian interna adalah ovarium, oviduk atau sering disebut dengan tuba fallopii, uterus dan vagina. Sedangkan bagian eksterna adalah mons pubis, labia mayor, labia minor, klitoris, bulbus glandula vestibularis mayor (kelenjar Bartholini), dan kelenjar mammae. Kedua bagian ini akan dibahas satu persatu dibawah.

3.1.2.1 Organ reproduksi bagian interna
Seperti yang telah dijelaskan diatas maka penulis akan menjabarkan tentangovarium terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan bagian – bagian lain. Ovarium adalah organ yang terletak pada dinding lateral pelvis, sebelah lateral atas uterus. Ovarium memiliki panjang 4 cm, lebar 0,4 cm, dan berat 3 gram. Ovarium dibungkus oleh peritoneum yang disebut dengan mesovarium.Ovarium terdapat sepasang, masing masing di kiri dan di kanan rahim. Posisi ovarium ditunjang oleh mesovarium, ligamentum latum, ligamentum ovarika dan ligamentum infundibulopelvikum (ligamentum suspensorium). Fungsi dari ovarium adalah untuk menghasilkan sel telur (ovum), menghasilkan hormon –hormon seperti progesteron dan esterogen, dan ikut serta mengatur haid. Menurut strukturnya, ovarium dibagi atas dua yaitu kulit( korteks) atau zona parenkimatosa dan inti ( medulla) atau zona vaskulosa. Bagian korteks terdiri dari tunika albuginea, jaringan ikat di sela- sela jaringan, stroma, folikel primordial, folikel de graaf, dan sel – sel warthad. Bagian Medulla terdiri dari stroma berisi pembuluh darah, serabut saraf dan beberapa otot polos.
Pada wanita diperkirakan terdapat sekitar 100 ribu folikel primer. Pada kurun reproduksi, tiap – tiap bulan satu folikel atau kadang – kadang dua folikel akan matang lalu keluar pecah dan muncul ke permukaan korteks. Folikel de graaf yang matang berisi ovum ( peristiwanya disebut ovulasi), stratum granulosum, teka interna,teka eksterna, diskus proligerus, dan liquor folikuli. Seumur hidupnya seorang wanita diperkirakan akan mengeluarkan sel telur kira - kira 400 butir.

Tuba Falopii adalah saluran yang keluar dari kornu rahim kanan dan kiri, panjangnya 12 – 13 cm , diameter 3 – 8 mm. Bagian luarnya diliputi oleh peritoneum viseral yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Bagian dalam saluran dilapisi silia, yaitu rambut getar yang berfungsi untuk menyalurkan telur dan hasil konsepsi. Fungsi dari tuba falopii adalah sebagai saluran telur, menangkap dan membawa ovum yang dilepaskan dari ovarium serta tempat terjadinya pembuahan ( konsepsi =fertilisasi). Tuba Falopii terdiri dari empat bagian yaitu pars interstisial ( intramuralis), pars ismika yang merupakan bagian tengah tuba falopii yang sempit , pars ampularis (dimana biasanya terjadi konsepsi) dan infundibulum yang merupakan ujung tuba yang terbuka ke rongga perut. Di ujung infundibulum terdapat umbai – umbai ( fimbriae) yang berguna untuk menangkap sel telur (ovum), yang kemudian akan disalurkan ke dalam tuba. Uterus adalah struktur otot yang cukup kuat, bagian luarnya ditutupi oleh peritoneum sedangkan rongga dalamnya dilapisi oleh mukosa rahim. Panjang dari ovarium adalah 7,5 cm, lebar 4 cm, dan tebal 2,5 cm.
Dalam keadaan tidak hamil, rahim terletak dalam rongga panggul kecil diantara kandung kemih dan dubur. Bentuk uterus seperti lampu pijar atau buah pear (antefleksi). Uterus terdiri dari 3 bagian yaitu badan rahim ( korpus uteri) bentuk segitiga, leher rahim ( serviks uteri) bentuk silinder, dan rongga rahim ( kavum uteri). Antara vesika urinaria dengan uterus terdapat rongga yang disebut dengan excavatio vesiko uterina. Antara rektum dan uterus juga terdapat rongga yang disebut dengan excavatio rekto uterina yang memiliki nama lain yaitu cavum Duoglassi.
Serviks terbagi atas dua bagian yaitu pars supravaginal dan pars vaginal. Pars vaginal disebut juga dengan porsio, terdiri dari bibir depan dan bibir belakang portio. Saluran yang menghubungkan orifisium uteri interna ( oui ) dan orifisium uteri eksterna ( oue ) disebut kanalis servikalis, dilapisi oleh kelenjar – kelenjar serviks. Dinding uterus terdiri dari lapisan serosa ( lapisan peritoneum) yang terdapat diluar, lapisan otot ( lapisan miometrium) yang terdapat di tengah, dan lapisan mukosa ( endometrium) yang terdapat di dalam. Endometrium dapat dibagi lagi dalam beberapa lapisan yaitu stratum basalis, stratum spinosum, dan stratum kompaktum ( bila terjadi penebalan). Beberapa literatur ada yang membagi lapisan endometrium dengan
lapisan fungsional dan lapisan basalis. Pada lapisan fungsional terdapat arteri spiralis dan pada lapisan basalis terdapat arteri rekta.
Suplai darah uterus dialiri oleh arteri uterina yang berasal dari arteri iliaka interna ( arteri hipogasterika) dan arteri ovarika. Fungsi utama uterus adalah setiap bulan berfungsi dalam siklus haid, tempat janin tumbuh dan berkembang, dan berkontraksi terutama pada saat bersalin. Vagina ( liang senggama) adalah liang atau saluran yang menghubungkan vulva dengan rahim, terletak di antara saluran kemih dan liang dubur. Di bagian ujung atasnya terletak mulut rahim.ukuran panjang dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. Bentuk dinding dalamnya berlipat – lipat, disebut rugae, sedangkan ditengahnya ada bagian yang kebih keras disebut kolumna rugarum. Dinding vagina terdiri dari lapisan mukosa, otot, dan lapisan jaringan ikat. Berbatasan dengan serviks membentuk ruangan lengkung, antara lain forniks lateral kiri dan kanan, forniks anterior, dan forniks posterior. Suplai darah vagina diperoleh dari arteri uterina, arteri vesikalis inferior, arteri hemoroidalis mediana, dan arteri pudendus interna. Pada orifisium vaginalis dapat dijumpai mukosa membran tipis yang disebut himen. Himen dapat dibagi atas emapat yaitu himen annulus, himen septat, himen cribiform dan parous introitus. Apabila himen telah pecah oleh karena partus maka sisa – sisa dari himen disebut dengan karunkula himenalis.
Fungsi paling penting dari vagina adalah sebagai saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan sekret lain dari rahim dan sebagai alat untuk bersenggama. Selain itu , vagina juga berfungsi sebagai jalan lahir pada wakru bersalin.

3.1.2.2 Organ reproduksi bagian eksterna
Mons pubis / Mons veneris adalah daerah yang menggunung diatas simfisis, yang akan ditumbuhi rambut kemaluan ( pubis) apabila wanita berangkat dewasa. Pada wanita rambutnya melengkung sedangkan pada pria rambutnya meruncing keatas. Labia mayora ( labia majus, bibir besar kemaluan) merupakan dua lipatan besar dari mons pubis sampai perineum. Bagian luar berambut dan bagian dalam selaput lendir. Pada bagian depan dan belakang bersatu membentuk komisura anterior dan komisura posterior. Labia mayora homolog dengan skrotum pada pria. Labia minor ( labia minus, bibir kecil kemaluan) adalah bagian dalam bibir besar yang berwarna merah jambu. Disini dijumpai frenulum klitoris, preputium, dan frenulum pudenti. Labia minor terletak dibawah komisura anterior.Labia minor terdiri dari korpora kavernosa yang berhubungan dengan ramus pubicum melalui dua crura.
Glans klitoris dibentuk oleh korpus spongiosum vaginae. Celah antara labia minor di belakang glans klitoris disebut vestibulum vaginae. Labia minor homolog dengan penis pada pria. Bulbus vestibuli terdiri dari jaringan erektil dan dua bagian memanjang. Bulbus vestibuli homolog dengan spongiosum penis dan terletak lateral vaginae dengan panjang kurang lebih 2,5 cm. Bagian posterior berhubungan dengan glandula vestibularis mayor. Glandula vestibularis mayor ( kelenjar Bartholin) homolog dengan glandula bulbourethal pada pria. Kelenjar Bartholin terdiri dari dua kelenjar kecil dan bulat terletak di sisi orifisium vaginae.
Kelenjar mammae adalah modifikasi dari kelenjar keringat dari kulit. Setiap lobus terdapat duktus laktiferus pada puting. Pada bagian bawah dari puting terdapat dilatasi dari duktus laktiferus yang disebut dengan sinus laktiferus. Aliran air susu dimulai dari kelenjar alveolar masuk ke dalam duktus tubular lalu duktus interlobular setelah itu masuk ke dalam duktus laktiferus. Dari duktus laktiferus masuk ke sinus latiferus yang akan bermuara ke dalam duktus laktiferus dan akhirnya ke luar melalui puting.

3.2 Fisiologi Kehamilan dan Perkembangan Janin
3.2.1 Fisiologi kehamilan



Penghantaran ovum ke dalam oviduk , ovarium menghasilkan ovum lalu ujung oviduk yang melebar dan pada ujungnya terdapat fimbriae menangkap ovum dan disalurkan ke dalam oviduk.Di dalam oviduk, ovum dengan cepat didorong oleh kontraksi peristaltik dan gerakan silia ke arah ampulla. Ovum hanya dapat bertahan selama 24 jam setelah ovulasi dan sperma setelah dua hari sehingga sperma ditaruh dalam 48 jam sebelum sampai 24 jam setelah ovulasi masih mungkin membuahi ovum yang dikeluarkannya. Penghantaran sperma ke oviduk, sperma berada dalam kanalis servikalis selama 2 – 3 hari lalu masuk ke dalam uterus dengan bantuan kontraksi miometrium dan gerakan silia yang berlawanan sperma masuk ke dalam ampula. Di ampula terjadi fertilisasi antara sperma dan ovum. Selama 3 - 4 hari setelah fertilisasi zigot terdpat di ampula. Disini terjadi pembelahan menjadi morula dan setelah 6 – 7 hari morula akan berubah menjadi blastokista.
Blastokista adalah suatu lapisan sel – sel berbentuk bola yang mengelilingi suatu rongga berisi cairan dengan inner membrane cell. Blastokista diselubungi oleh suatu simpai yang disebut dengan trofoblas yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika Blastokista mencapai rongga rahim , jaringan endometrium berada dalam masa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel – sel desidua, yaitu sel – sel besar yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas. Blastokista yang berisi massa sel dalam ( inner – cell mass) akan mudah masuk kedalam sel desidua dan menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup kembali. Itulah sebabnya, kadang – kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua ( tanda Hartman).
Trofoblas akan menghancurkan desidua termasuk arteri spiralis dan vena di dalamnya dan membentuk ruang yang terisi darah. Pertumbuhan berjalan terus sehingga membentuk ruang intervillus sehingga vili korialis seakan – akan terapung dan sebagian vilikorialis meluas, menembus ruang – ruang berisi darah untuk menambatkan plasenta bagian janin ke jaringan endometrium dan sebagian menonjol pada genangan darah ibu. Setiap villus dikelilingi korion ( memisahkan darah ibu dan janin di ruang intervillar) dan akhirnya keseluruhan sistem struktur ibu dan janin saling mengunci dan membentuk plasenta.
Karakteristik plasenta adalah terbentuk lengkap pada kehamilan lebih kurang 16 minggu, letak normal didepan atau belakang dinding uterus agak ke atas ke arah fundus, bentuk bundar atau hampir bundar, diameter 15-20 cm, tebal lebih kurang 2,5 cm, berat lebih kurang 500 gr.
Perubahan anatomi dan fisiologi wanita hamil, penulis akan menjabarkan satu persatu dimulai dari perubahan anatomi yang akan membahas dari uterus, uterus akan membesar pada bulan pertama di bawah pengaruh hormon estrogen & progesterone yang kadarnya meningkat disebabkan oleh hipertropi otot polos, serabut kolagen menjadi higroskopik akibat estrogen meningkat sehingga uterus mengikuti pertumbuhan janin.
Serviks uteri, pada kehamilan mengalami perubahan karena pengaruh hormone estrogen. Jika korpus uteri banyak mengandung jaringan otot, maka serviks banyak mengandung jaringan ikat (banyak kolagen). Akibat kadar estrogen meningkat dan hipervaskularisasi maka konsistensi serviks menjadi lunak.
Vagina dan vulva , akibat hormon estrogen dan hipervaskularisasi mengakibatkan vagina tampak lebih merah agak kebiruan tanda ini disebut tanda Chadwick.
Ovarium, pada permulaan kehamilan terdapat korpus luteum gravialatis sampai terbentuk plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu, diameter lebih kurang 3 cm kemudian mengecil setelah plasenta terbentuk.
Mammae, estrogen menimbulkan hipertropi sistem saluran, sedangkan progesteron menambah sel-sel asinus pd mamma. Somatomammatropin mempengaruhi petumbuhan sel-sel asinus dan perubahan dalam sel sehingga terjadi pembuatan kasien, laktalbumin dan laktaglobulin menjadi laktasi.
Selain terjadi perubahan anatomi juga terdapat perubahan pada fisiologi yaitu pada sirkulasi darah, dipengaruhi oleh adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh darah yang membesar pula. Selain itu terjadi peningkatan volume darah, keluaran jantung, volume stroke, volume diastolik akhir, resting pulse dan persentase plasma darah.
Sedangkan terjadi penurunan hematokrit, tekanan darah, suplai darah ke uterus, cadangan kardiak, dan resistensi vaskular. Sistem pernapasan , sering mengeluh sesak napas, biasanya kehamilan 32 minggu ke atas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma sehingga kurang leluasa bergerak akibat pembesaran rahim.
Metabolisme asal yang meningkat dan ukuran yang membesar menyebabkan oksigen yang digunakan ibu sebelum melahirkan bayi adalah kira – kira 20 % diatas normal dan sepadan dengan karbon dioksida yang dibentuk. Efek ini akan menyebabkan ventilasi ibu per menit meningkat. Selain itu, kadar progesteron juga menyebabkan ventilasi ibu per menit meningkat karena progesteron meningkatkan sensitivitas pusat respirasi terhadap karbon dioksida. Saluran pencernaan, pada bulan pertama terdapat perasaan enak akibat terdapat kadar estrogen yang tinggi dan tonus otot-otot digestivus menurun sehingga motilitas menurun. Hal ini juga dapat menyebabkan heartburn. Konstipasi dan hemoroid sering terjadi pada orang hamil dan juga morning sickness.
Traktus urinarius, ginjal berkembang dan menyaring lebih banyak darah karena volume darah meningkat. Hal ini menyebabkan ginjal dan kandung kemih menjadi lebih mudah terinfeksi. Kandung kencing yang tertekan akan menyebabkan sering berkemih.
Kulit , terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi dipengaruhi oleh MSH (melaphore stimulating hormon) yang tinggi.Garis – garis gelap yang terpigmentasi pada abdomen disebut linea nigra. Pigmen ini mengubah muka dan leher ibu hamil. Dimana pigmentasi ini akan hilang setelah melahirkan.

3.2.2 Perkembangan Janin
Umur kehamilan 4 minggu, panjang fetus 7,5 – 10 mm, terjadi rudimental mata, telinga, dan hidung. Umur kehamilan 8 minggu , panjang fetus 2,5 cm, terbentuk hidung, kuping, jari jemari, dan kepala menekur ke dada. 12 minggu, panjang fetus 9 cm, daunkuping lebih jelas, kelopak mata melekat, leher mulai terbentuk, alat kandunga luar terbentuk namun belum berdifferensiasi. 16 minggu, panjang fetus 16 – 18 cm, genitalia eksterna terbentuk dan dapat dikenal, kulit tipis dan bewarna merah. 20 minggu, panjang fetus 25 cm, kulit lebih tebal, rambut mulai tumbuh di kepala, dan rambut halus ( lanugo) tumbuh di kulit. 24 minggu, panjang fetus 30 -32 cm, kedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata serta kulit keriput,kepala besar, bila lahir dapat bernafas tetapi hanya bertahan hidup beberapa jam saja. 28 minggu, panjang fetus 35 cm , kulit warna merah ditutupi verniks kaseosa, bila lahir dapat bernafas , menangis pelan dan lemah serta bayi imatur. 32 minggu, panjang fetus 40 – 43 cm, kulit merah dan keriput, bila lahir kelihatan seperti orang tua kecil ( little oldman). 36 minggu, panjang fetus 46 cm, muka berseri tidak keriput, bayi prematur. 40 minggu, panjang fetus 50 – 55 cm , bayi cukup bulan, kulit licin, verniks kaseosa yang banyak, rambut kepala tumbuh baik, organ- organ baik.
Pada pria, testis sudah berada dalam skrotum, sedangkan pada wanita, labia mayora berkembang dengan baik.Tulang – tulang kepala menulang. Pada 80% kasus telah terjadi center- osifikasi pada epifisis tibia proksimal. Untuk Indonesia, kriteria janin cukup bulan boleh dikategorikan yaitu cukup bulan, dalam kandungan yang lamanya 40 pekan , serta sehat dan sempurna, tumbuh dengan panjang 48 -50 cm dan berat badan 2750 – 3000 gram.
Pernafasan janin, janin dalam kandungan sudah mengadakan gerakan gerakan pernafasan, namun air ketuban tidak masuk ke dalam alveoli paru – parunya. Pusat pernafasan ini dipengaruhi oleh kadar O2 dan CO2 di dalam janin. Sirkulasi darah janin, sistem sirkulasi darah janin yaitu foramen ovale, duktur arteriosus Botalli, arteri umbilikales lateralis dan duktus venosus Arantii. Darah yang kaya O2 dan nutrisi yang berasal dari uri masuk ke tubuh janin melalui vena umbilikalis. Melalui duktus venosus Arantii sebaian besar darah tersebut mengalir ke vena kava inferior lalu masuk ke atrium kanan jantung.Sebagian kecil darah tadi mengalir ke hati dan seterusnya ke vena kava inferior seperti tadi. Dalam atrium kanan, sebagian besar darah ini akan mengalir secara fisiologis ke atrium kiri melalui foramen ovale.Dari atrium kiri, darah mengalir ke ventrikel kiri yang selanjutnya dipompakan ke aorta. Hanya sebagian kecil darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan bersama – sama dengan darah yang datang dari vena kava superior.Karena tekanan dari paru – paru yang berkembang, maka sebagian besar darah dari ventrikel kanan ini, yang semestinya mengalir ke paru – paru melalui aa. pulmonales, akan mengalir melalui duktus Botalli ke aorta.Sebagian kecil darah menuju paru – paru kemudian melalui vv, pulmonales ke atrium kiri. Dari aorta, darah akan mengalir ke seluruh tubuh membawa O2 dan nutrisi pada sel – sel organ tubuh janin.
Saluran pencernaan janin telah siap terbentuk pada kehamilan 16 minggu. Janin telah dapat menelan air ketuban dalam jumlah yang banyak yang diabsorpsi oleh mukosa saluran pencernaan. Mekonium yang ada dalam saluran pecernaa berwarna hijau tua karena penghancuran bilirubin. Hati telah berfungsi pada kehamilan 16 minggu, yaitu untuk hemopoesis dan metabolisme hidrat arang. Glikogen, vitamin A, dan vitamin D disimpan di hati.
Saluran kemih (traktus urinarius), ginjal janin mulai terbentuk pada kehamilan 12 minggu, dimana dalam kandung kemih telah ada air kemih yang diekskresikan ke dalam air ketuban. Pada bayi baru lahir, kapasitas kandung kemihkira – kira 45 cc dan produksi air kemih rata – rata 0,05 – 0,10 cc per menit. Berat janin sesuai dengan minggu kehamilan.

3.4 Nutrisi Masa Kehamilan
Folat, ekstra folat dibutuhkan pada bulan pertama dan trimester tiga. Keperluan akan folat meningkat untuk eritropoesis pada ibu, pertumbuhan plasenta dan fetus serta mencegah neuro tube diasease dan anemia megaloblastik. Sumber folat adalah sayuran 32 % dimana kentang 10 %, sereal 32 % dimana roti 11 %, sarapan sereal 14 %, susu dan produk susu lainnya 10 %, buah buahan 7 %, daging 5 %, teh 4 %, dan telur 2 %. ( sumber : Contribution of food groups to total folate content per head, Great Britain 1998). Protein,penting untuk menyokong sintesis jaringan ibu dan fetus. Protein yang dibutuhkan adalah 60 g. Besi yang terkandung pada fetus ( kira – kira 300 mg), plasenta ( 50 g), dan rata – rata kehilangan darah postpartum ( 200 mg) totalnya 550 mg. Hb maternal berkurang kira – kira 10 % karena hemodilusi fisiologi dan serum besi , saturasi transfering, dan feritin juga menurun.
Zat besi dibutuhkan pada trimester kedua dan ketiga. Kalsium, dengan adanya zat ini penyerapan menjadi lebih efisien. Tanpa adanya perubahan terhadap intake vitamin D atau terpapar sinar matahari, konsentrasi plasma kalsitriol, bentuk aktif dari vitamin yang telah dikonversikan diginjal akan meningkat. Ekstra kalsium yang paling mudah didapat berasal dari susu 0,5 liter kira kira 600 mg kalsium.
Makanan yang harus dihindari adalah kafein, teh, suplementasi vitamin A, nikotin dan obat- obatan yang bersifat terogenik. Obat – obatan yang harus dihindari adalah sulfonamid karena menyebabkan kern ikterus, tetrasiklin karena menyebabkan kerukan email gigi anak, aminoglikosida yang dapat menyebabkan sitotoksisitas, klorampenikol yang dapat menyebabkan gray baby, metronidazol karena bersifat teratogenik, ciprofloksasin yang dapat merusak kartilago fetus sehingga anak pendek, talidomid menyebabkan phocomelia,dll. Makanan beraneka ragam dan menu yang terus ganti setiap hari sangat membantu nutrisi ibu dan janin karena kebutuhan gizinya dapat melengkapi gizi yang kurang di menu sebelumnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites